My 500 Words

Jumat, 14 November 2014

Masalah Pelik, Latihan Mengucapkan , "Terima Kasih Tuhan"


Oleh: Jannerson Girsang

Waktu  melahirkan anak, menurut pengalaman beberapa orang ibu yang kudengar usai kebaktian rumah-rumah minggu lalu, merupakan keadaan paling sulit dalam kehidupan mereka.

Saat-saat genting dan menyakitkan itu adalah suasana pasrah, berjuang sendirian dan hanya bisa mengucap: "Aduh......sakit...Tuhan tolonglah saya". Perjuangan antara hidup dan mati.

Seorang ibu akan fokus proses berhasilnya persalinan, dan melupakan masalah hidup yang lain.  Karena itulah penderitaan terberat mereka.

Belum ada manusia yang bisa menghilangkan rasa sakit seorang wanita yang sedang menjalani proses persalinan normal.

Sebaliknya, setelah melewati masa-masa sulit itu, sang ibu akan berbahagia menyaksikan bayi yang baru dilahirkannya, dan melupakan semua rasa sakit itu.

"Terima kasih Tuhan..." itulah yang biasa terucap dari mulut seorang wanita yang baru melahirkan.

Sama seperti seorang ibu yang melahirkan. orang yang berani menghadapi masalah, maka setelah melewati kesulitan dengan meminta pertolongan kepada Dia Yang Maha Kuasa, maka dia akan meraih kebahagiaan.

Hidup yang bermakna adalah sikap atau tindakan ketika kita menjalani masalah-masalah pelik. Ada saatnya Anda dihadapkan kepada masalah pelik, otak dan semua sumberdaya yang Anda miliki, rasanya tidak bisa menyelesaikannya.

Ada yang menghadapinya dengan penuh pengharapan, tetapi ada juga yang lari menghindari masalah dengan mengambil jalan pintas, menghindari berkat.

Hadapilah masalah atau tantangan sepelik apapun dengan pengharapan kepada Dia yang Maha Kuasa, karena itu adalah berkat, sumber kekuatan baru. Latihan meminta pertolongan dari yang paling berkuasa, dan meraih kebahagiaan demi kebahagiaan!

Menjalani masalah yang pelik adalah latihan mengucapkan "Terima kasih Tuhan", latihan mememaknai arti kebahagiaan. Jadi, jangan takut menghadapinya. Bersyukurlah Anda pernah dan akan menghadapi masalah pelik dalam kehidupan ini.

Renungan Pagi, 14 Nopember 2014

Tidak ada komentar: