My 500 Words

Selasa, 06 Oktober 2009

Belajar Hidup Dari Kisah Hidup

Oleh : Jannerson Girsang 

Sergio Asteriti biography
Sumber foto:  http://www.illustrationartgallery.com/acatalog/ArtistsBiographies.html

Membaca buku biografi dan otobiografi adalah pengalaman mengesankan bagi saya. Berbagai pengalaman tokoh dalam biografi dapat memberi ilham saat menghadapi masalah hidup.

Membaca buku Biografi Mahatma Gandhi, Muhammad Hatta, Soekarno, misalnya. Kehidupan Mahatma Gandhi mengajarkan soal ahimsa--memilih cara damai dan menjauhkan kekerasan, kesederhanaan, uang bukan segalanya dalam hidup. Buku Biografi Muhammad Hatta mengajarkan kesabaran menghadapi situasi, soal konsep hidup secara adil dan beradab. Buku-buku Biografi Soekarno mengajarkan kami pentingnya ide-ide besar disampaikan ke tengah-tengah masyarakat baik melalui lisan (pidato-pidato, pembicaraan langsung) maupun secara tulisan, soal pentingnya seseorang pemimpin menguasai persoalan bangsanya, soal perjuangan, nasionalime dan idealisme. Menuju kemenangan, mencapai keagungan yang mereka raih di kemudian hari, buku-buku ini mengajarkan sebuah kerja keras, konsistensi, dan ketekunan.

Belakangan, ketika sudah memahami kemajuan teknologi internet dan orang-orang yang terlibat di dalamnya, saya membaca kisah Larry Page dan Sergey Brin, dua orang pencipta Google, (The Succes story of Google), atau Mark Elliot Zuckerberg pencipta Facebook.

Kisah dua orang pendiri Google mengajarkan saya betapa pentingnya “rencana bisnis jitu” yang menginsipirasi para pemodal menanam modalnya. Sayangnya, kisah terciptanya Google dan Facebook sendiri jarang dikomunikasikan kepada generasi muda di daerah ini. Perjuangan, tantangan mereka seharusnya meinginspirasi para anak-anak muda kita. Ingin seperti mereka, harus mau belajar dan bekerja seperti mereka.

Pengantar di atas adalah pengalaman membaca kisah hidup, yang kami alami. Pasti berbeda dengan pengalaman anda!

Secara umum, buku kisah kehidupan (Biografi atau otobiografi) merekam kehidupan seseorang : tindakan-tindakannya, peristiwa yang dialaminya, pemaknaan atas tindakan-tindakannya dan peristiwa itu sendiri, dalam mengarungi rangkaian masa yang berubah.

Buku jenis ini semakin banyak diminati. Anda bisa saksikan sendiri semakin membanjirnya buku-buku biografi dan otobiografi di toko-toko buku. Ratusan ribu judul buku biografi ditulis di berbagai negara dunia ini setiap tahun.

Apa yang istimewa dalam buku ini, sehingga banyak orang menyukainya?.Buku jenis ini menawarkan Anda menemukan kisah sukses, gagal, sedih, senang, bersemangat, lesu, kiat baru dan lain-lain. 

Pelaku-pelaku mulai dari tokoh-tokoh terkenal: pemimpin-pemimpin pemerintahan, tokoh politik, pemimpin agama, pengusaha, para humanis, sampai kisah ibu-ibu rumah tangga. Kisahnya diramu dengan gambaran soal ruang, waktu, dan suasana yang menciptakan kisah yang hidup, seolah pembaca terlibat dalam kisah yang dibacanya.

Dengan membaca buku biografi atau otobiografi Anda bisa menyerap pengalaman seseorang dalam merenungkan arti hidup dengan tepat, melakukan tindakan yang tepat, (terkadang anda dihipnotis dengan bagaimana Tuhan berperan dalam hidupnya). Proses seseorang keluar dari himpitan kehidupan yang menyesakkan, begitu mengasyikkan. Hingga anda tidak ingin menyelesaikannya sebelum cerita berakhir, bahkan kadang lupa makan dan minum.

Anda belajar memahami bahwa keberhasilan terjadi saat seseorang terbuka dan rela melawan pikiran ”tidak bisa berubah” dan apatis. Seberapa beratpun beban Anda, semuanya sudah pernah dialami orang lain—hanya waktu, tempat dan suasananya yang berbeda. 

Singkatnya, Biografi membantu menginsiprasi Anda mencari jalan keluar dari berbagai kesulitan hidup. Anda akan terkesima ketika tokoh berkata :”Sesuatu akan Indah pada Waktunya”. Sikap yang sulit dipahami seseorang yang sedang dalam kesulitan bahkan hampir menghadapi rasa frustrasi.

Buku biografi menawarkan Anda menemukan banyak hal yang mengejutkan. Anda bisa belajar melihat keunggulan orang lain sekaligus melihat keunggulan Anda sendiri. 

Hal yang perlu kita galakkan saat ini, menghindari sikap ”iri”, mengklaim ketokohan diri sendiri dengan meremehkan orang lain. Biarlah orang besar dengan kebesarannya, carilah keunggulan anda supaya bisa menjadi besar dalam kebesaran anda sendiri. 

Membaca biografi, Anda terlatih melihat keunggulan orang lain, sekaligus belajar melihat banyak kelebihan yang Anda miliki.

Setelah membaca, Anda mungkin akan menyimpulkan, "Aduh, kalau melakukan yang seperti ini, saya juga bisa, mengapa tidak saya mulai?”. Atau suatu saat, Anda akan berujar : ”Memang hebat orang ini, bagaimana saya bisa menciptakan yang berbeda dengan cara saya sendiri!”. 

Ketika Anda mengalami hinaan orang, dan membandingkan pengalaman seseorang dalam buku biografi, Anda bisa berujar, ”Ternyata hinaan ini tidak seberapa, ketimbang tokoh yang kubaca”. Sehingga suatu saat Anda semakin kuat dan bisa mengatakan ”untunglah anda menghina saya, kalau tidak saya tidak akan jadi seperti ini”. ”Untunglah guru saya dulu tidak mengizinkan saya sekolah di sana, kalau tidak saya pasti hanya sebagai gemble”. 

Biografi banyak mengajarkan saya memaknai sebuah kesalahan, kegagalan menjadi sebuah berkah!. Tidak justru asyik dengan mencari kambing hitam, tetapi belajar dari kesalahan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. 

Selain itu, dengan seringnya anda membaca buku jenis ini, Anda akan berminat memahami seseorang lebih mendalam. Anda akan berlatih menilai seseorang secara obyektif, tidak hanya mengenal seseorang seperti ”kucing dalam karung”, kemudian menciptakan persepsi dan stigma-stigma menurut pemahaman sendiri.

Anda akan belajar, bagaimana seseorang sampai mencapai kondisinya seperti sekarang? Tidak cukup hanya menilai seseorang baik--sesaat setelah membagi-bagikan sesuatu, tanpa memahami seseorang dengan baik. Mengapa ia sampai mampu dan mau membagi-bagikannya, itulah pertanyaan kristis yang dijawab dalam buku biografi-atau otobiografi.

Membaca puluhan buku biografi, serta membudayakan anak-anak membaca buku biografi, dampaknya terasa pada ketahanan mereka menghadapi tantangan hidup. Ketika kami mengalami kesulitan keuangan, anak-anak maklum, ketika mereka harus bekerja atau belajar dalam kondisi stress, mereka lebih kuat.

Bahkan buku-buku seperti ini mampu mengajarkan anak-anak memahami masa depan mereka. Sukses hanya bisa dicapai dengan kerja keras, ketekunan dan fokus. Tidak semata mengandalkan KKN.

Mereka belajar secara nyata arti gagal, dan berhasil melalui kehidupan nyata seseorang. Buku jenis ini mengisahkan bahwa kegagalan hanyalah sebuah tahapan proses kehidupan memulai keberhasilan baru. 

Gagal, bukan tindakan yang harus mendapat hukuman!. Ada pelajaran berharga di dalamnya. Sukses adalah sebuah keagungan, dimana seseorang bisa memberi lebih banyak kepada orang lain, bermanfaat bagi orang lain.

Pengalaman kami, mengajak anak-anak dan keluarga membaca buku biografi yang ditulis dengan kaidah-kaidah yang benar, bisa menjadi salah satu alternatif menangkal kehidupan khayalan yang banyak disiarkan televisi melalui ”sinetron” yang banyak menawarkan ”impian”, bukan kehidupan ”nyata” yang membumi.

Memperkenalkan buku biografi tokoh-tokoh di sekitar kita, bisa memotivasi minat baca di kalangan keluarga. Sekaligus mengetahui lingkungan sekitarnya—yang dekat dengan mereka. Sayang, banyak buku biogafi yang beredar di sekitar kita berasal dari terjemahan sukses di negeri orang. Sehingga tidak bisa banyak diserap oleh anak-anak dalam membentuk watak keindonesiaannya. Alangkah baiknya kalau mereka diberikan kisah kehidupan nyata di sekitarnya.

Singkatnya, dengan membaca biografi, Anda bisa membuat hidup lebih berarti.Rajinlah membaca biografi. 

Tak perduli kehidupan orang besar atau orang tidak terkenal. Apakah ditulis seorang penulis terkenal atau penulis pemula. Dengan gaya sastra modern atau tulisan yang sederhana sekalipun. 

Ini pengalaman pribadi saya, silakan mencoba memulainya!

Tulisan ini diilhami oleh Action Principle, http://billfitzpatrick.com


Tidak ada komentar: