My 500 Words

Kamis, 11 Februari 2010

Kenangan 18 Tahun Lalu

Oleh : Jannerson Girsang


Menemukan bukti yang mengisahkan kenangan 18 tahun silam, membuat saya memutar memori berbagai kisah mengesankan bersama teman-teman saat saya menjadi wartawan di awal 1990-an. Mengusir kesepian, 11 Februari 2010 dini hari, saya searching di Google menggunakan kata kunci ”majalah Prospek”. Waktu itu, saya mencari sesuatu. Secara kebetulan saya menemukan sebuah blog dengan tulisan Majalah Lama : Prospek 1992. Setelah membuka blog itu, saya menemukan sampul dan nama-nama Direksi, Redaksi serta reporter dan staf Majalah Ekonomi Prospek Edisi Oktober 1992. Hati saya begitu senang dan malah asyik membaca kembali nama-nama yang beberapa diantaranya sangat mengesankan dalam hidup.


Kalau saya tidak lupa, Edisi ini terbit beberapa saat setelah acara perpisahan di Cipayung, Jawa Barat, melepas karyawan yang terkena PHK atau kurang dari sebulan setelah pengumuman perampingan puluhan karyawan, September 1992.

Kenangan selama dua tahun menjadi reporter di Majalah Prospek satu demi satu muncul dalam ingatan. Kantor Prospek di Sei Bagerpang Medan, sebuah rumah kontrakan dimana saya sering pulang larut malam. Terkenang istri saya mengeluh karena sering tugas luar kota ke Banda Aceh dan kota-kota sekitarnya.
Ingat kantor Prospek di Warung Buncit Jakarta di saat-saat terakhir dan menandatangani surat PHK. Kantor itu pertama kali kuinjak saat menanda tangani kontrak  


Di kantor Jakarta saya bertemu dengan teman-teman yang sebelumnya tidak sempat bertatap muka. Dengan sebagian teman, kantor itu menjadi pertemuan pertama dan terakhir saya sebagai rekan kerja. Saya terbayang saat di ruang redaktur, tempat dimana usulan berita pertama saya disetujui. Sayang, di saat saya sudah mulai memiliki kemampuan jusrnalistik, di saat itu pula saya harus meninggalkan majalah itu. Karier Jurnalistik saya tidak berlanjut, meskipun kemudian saya terjun ke bisnis penulisan.     

Teringat pak Imam Subardy (Pemimpin Redaksi). Saat itu beliau pertama kalinya datang ke Medan untuk melihat kantor baru di Sei Bagerpang. Saya dan bang Sudin mendampinginya berkunjung ke beberapa instansi yang berhubungan dengan majalah kami. Pak Imam Subardy adalah seorang yang berbicara sangat sopan, berkumis, ramah dan penampilan rapi. Berbicara dalam logat Jawa yang kental.

Terlintas dalam pikiran gaya merokoknya bang Bahrul Alam, saat pertama kalinya mengajar saya tentang jurnalistik. Bang Sudin Purba yang membimbing saya selama hampir setahun menjadi reporter majalah. Saya teringat Bachtiar Abdullah (yang sempat menjabat Redaktur Eksekutif). Bahtiar pernah ke Medan dan saya memiliki kesan khusus tentang pria bertubuh tambun ini. Ingat Mas Slamet Soebagio "guru" yang mengajarkan cara jitu membuat usulan berita.

Terkenang kepada para redaktur yang sering menghubungi saya di Medan seperti Didin Abidin Mas'ud, Agung Firmansyah; Bachtarudin Gunawan; Danke Dradjat; Teguh P, Tri Budianto Soekarno dan Muchsin Lubis. Serta teman-teman yang lain seperti Eddy Soetriyono; Hedy Susanto; Irfan Hasan; Sidharta Pratidina, Ani Soetjipto. Di sekretariat Produksi/Redaksi, saya sering ditelepon Agung Digdo, dan Linda Gumeulis.

Kawan-kawan reporter yang lain seperti Agung Priambodo; A. Ulfi; Almansyah; Arfan Arsyad Lewa; Fuji Kaniasari; Imam Wahyudi; Irma Nurhayati; Kusnan M, Djawahir; M. Gafar Yudtadi; Media Sucahya; M.S. Farid; Nukman Luthfie; Retno Wigatiningrum; Robinson Pangaribuan; Suwardi, Herry Mohammad; Ainur R. Sophian, Slamet Subagyo, M. Taufiqurrohman. Master Sihotang, R. Mulia Nasution, Husain Abdullah, Setiaji Purnasatmoko, Hasril Chaniago, Bang Sudin Purba (almarhum), Fotografer handal, bang Burhan Piliang, Dahlan Rebo Paing, Agung Dwikoranto, Mita Binarti. Para periset foto yang saya ingat seperti Tjatoer Koesoemodjojo, R. Agus Awaludin; Winarno Adnan. Di artistik seperti Budi S. Genki; Zaenal Abidin; Zaenal Fahrudin. Pracetak: Hermanto (Koordinator); Imam Supriadi; Junaedi; M. Rispandi; Sunu Eko Widodo; Tommy Utama; Warjo; Wahyudi; Zulkifli Arifin. Riset dan Dokumentasi: Hadi Prijono (Kepala); Nur Hidayat; Soehartomo. Pemasaran: Kusheryuwono (Asisten Direktur). Iklan: Ita Sri Utami (Koordinator); Ahmad Baihaqi; Atty Maliasari; Engelin Salaki; Yani W.S. Sirkulasi: R. Aksanul Haq (Koordinator); E. Arnowo; Harmen. Keuangan: Ali Muchsin; Lolok Tririwahono.

Setelah 18 tahun, banyak hal yang berubah. Dua dari teman-teman di atas, Burhan Piliang dan Sudin Purba sudah mendahului kami. Burhan meninggal karena kecelakaan helikopter, sedangkan Bang Sudin meninggal karena sakit.

Melalui FB, sebelumnya, saya sudah menemukan teman-teman saya Bahrul Alam, Tribudianto Soekarno, Dahlan Rebo Pahing, Wahyudi, R Mulia Nasution, serta Master Sihotang. Mudah-mudahan dengan bantuan website ini saya bisa menemukan mereka semuanya. Mengenang kembali saat-saat indah selama dua tahun dan masa terindah perpisahan di Cipayung.

Saya pernah bertemu Wahyudi di Medan ketika dia bertemu dengan rekan-rekannya sesama Assosiasi Jurnalis Televisi.
 
Bagi teman-teman saya di majalah Prospek dulu, anda bisa menghubungi saya dengan membuat komentar di website ini.

Bagi para wartawan yang berminat melihat koleksi majalah itu bisa mengakases ke: 


http://www.koleksikemalaatmojo.blogspot.com/

Anda akan menemukan ribuan koleksi majalah, lengkap dengan nama-nama dari jajaran Komisaris, Redaksi, sampai reporter lapangan.

Selain kenangan tentang majalah Prospek, menemukan Blog ini sendiri saya seolah masuk dalam dunia majalah Indonesia dari masa ke masa. Saya bisa akses ke koleksi sampul majalah tempo dulu dan majalah yang terbit sampai 2010 ini. Ada majalah Pemimpin edisi No. 1/Tahun II/20 Maret 1940, yang harga ecerannya f 0,30, atau majalah Keloeargapoetra edisi No. 4/Tahun II/April 1938 dan banyak lagi.

”Blog ini sekadar untuk menyimpan sebagian dari koleksi pribadi. Di sini sebenarnya Anda tidak sekadar melihat sampul majalah, tetapi menyaksikan sebagian wujud nyata kebudayaan sebuah bangsa. Dan didokumentasikan,” demikian kata Kemala Admojo, pemilik blog itu.

Terima kasih pada seorang kolektor majalah Kemala Admojo.



2 komentar:

denny sitohang mengatakan...

Salam kenal Bang! Saya baca blog Abang soal kenangan 18 tahun lalu itu. Ternyata beberapa nama di dalamnya pernah satu majalah bersama saya beberapa tahun kemudian, di Majalah GAMMA. Ada bang Muchsin Lubis, Kang Dahlan Rebo Pahing, dan si pemilik blog yang mengoleksi ribuan majalah seperti yang Abang bilang: Kemala Atmojo, eks Pemred saya di GAMMA dulu.

Sekarang saya bersama beberapa teman mengelola medantalk.com.

Kalau boleh tau, Abang sekarang di mana?

Horas,
Denny Sitohang

JANNERSON GIRSANG: Menulis Fakta Memberi Makna mengatakan...

Saya tinggal di Medan Denny. Terima kasih atas komentarnya. saya bisa diakses di email: harangansitora@gmail.com. atau di FB juga