My 500 Words

Senin, 28 April 2014

Orang Termiskin di Dunia

Oleh: Jannerson Girsang

Suatu ketika di sebuah kedai kopi di daerah Perumnas Simalingkar seorang Bapak dari kampung terlibat pembicaraan dengan seorang tukang becak yang baik hati.

Ternyata, mereka sudah pernah bertemu. Tukang becak itulah yang mengantarkannya ke rumah anaknya.

"Bapak kaya sekali ya,"ujar si Bapak berkelakar, dan membuat tukang becak itu terkejut.

"Bapak ini kok ngeledek saya. Saya cuma punya satu becak. Tahun depan sudah masuk kandang dan minta ganti" ujar tukang becak balik bertanya.

"Ya, tapi bapak sudah melayani banyak orang. bapak baik hati. Ribuan orang sudah menikmatinya"

"Yang kaya itu adalah mereka bagi-bagi duit waktu Caleg. Mobilnya banyak, uangnya banyak, rumah dan tanah punya dimana-mana".

"Mereka hanya punya uang, mobil, punya banyak rumah. Tapi selain itu mereka tidak punya apa-apa".

"Oh...begitu ya...". Tukang becak terdiam.

"Kalau sebelum mencaleg mereka ramah, suka memberi uang, setelah itu, datang ke kedai inipun tak mau lagi".

"Akh....saya narik dulu lae" kata tukang becak sambil mengambil handuk penyapu keringatnya menuju becak yang diparkir di depan kedai.

Dia merenungkan kembali percakapan mereka barusan.

"Orang termiskin itu, hanya punya uang, tanah, rumah, mobil. Selain itu dia tidak punya apa-apa". 


"Apa semua Caleg seperti itu?. Tidak juga akh!."

Medan 25 April 2014

Tidak ada komentar: