My 500 Words

Kamis, 18 Juni 2015

Gadis-gadis Cantik Bersahaja

Oleh: Jannerson Girsang

Apa pelajaran penggrebekan seorang pelacur kelas tinggi dan mucikari di Polres Jakarta Selatan beberapa waktu lalu?

Hindari profesi menjual diri Rp 80 juta per jam!.

Gadis cantik yang ingin kaya tanpa moral, ingin kaya dengan cara yang tidak elegan akan jadi sampah!.

Tercatat oleh sejarah memiliki masa lalu yang gelap!

Laki-laki manapun yang mau menikah dengan perempuan seperti itu harus berjuang berat, untuk tidak disebut laki-laki bodoh dan tak punya harga diri. .

Anak-anak pasti tidak nyaman memiliki ibu dengan bayaran Rp 80 juta per jam. Apalagi sudah masuk video, ditonton seluruh dunia.

Ke depan, keluarga seperti ini sangat sulit memulihkan citra mereka di masyarakat. Walau tidak sedikit yang kemudian bertobat. Kita sudah menyaksikan banyak keluarga yang dulunya hidup di dunia :hitam: di televisi. Betapa hancurnya keluarga yang hanya mendewakan uang, dan betapa sulitnya mereka kembali ke jalan yang benar. Anak-anak mereka mencari hiburan yang tidak sehat.

Gadis-gadis cantik Indonesia yang bersahaja!.

Anda memilki peluang besar meraih sukses dengan cara yang jitu, menuju masa depan yang gemilang!

Dua gadis berikut adalah contohnya. Keduanya tidak mencari jalan pintas mengatasi kemiskinan orang tuanya. Mereka bekerja dan pekerjaannya terhormat dan bersahaja.

Duma Simanjuntak, gadis cantik berusia 19 tahun memilih bekerja sebagai cleaning service di PT KAI Medan untuk membiayai kuliahnya. Kini Duma kuliah di semester II di salah satu perguruan tinggi di Medan.Duma bercita-cita menjadi manajer perusahaan. Dunia akan berdoa Duma sukses!

Darwati (23)--gadis cantik memilih bekerja sebagai pembantu di rumah seorang dokter gigi di Jawa Tengah. Dia memohon kepada majikannya agar diberi kesempatan kuliah, dan berhasil meraih S1 dengan predikat cum laude.

Kini Darwati masih pembantu rumah tangga dan bercita-cita mencari pekerjaan yang lebih baik. Dia ingin membahagiakan orang tuanya. Dunia akan berdoa, Darwati sukses!

Kedua gadis ini tidak mencari jalan pintas untuk mengangkat harkat dan martabat keluarganya. Keduanya berjuang, tahan diejek, berkeringat, kerja keras, disiplin, dan memiliki harga diri yang tinggi.

Harga diri mereka tidak ternilai, walau hanya seorang anak orang tua yang miskin. Mereka tidak membenarkan diri melakukan kesalahan, hanya karena alasan ekonomi!

Semoga mimpi-mimpi mereka terwujud. Mari semua bangsa Indonesia mendoakan mereka hingga suatu saat mereka lebih hebat dari Destry Damayanti, Ketua Tim Seleksi KPK.

Tim seleksi KPK dan Ketua-ketua KPK membutuhkan orang seperti Duma dan Darwati. Jujur, berdedikasi dan memiliki harga diri yang tidak bisa dibeli oleh apapun.

Destry Damayanti, seorang wanita cantik yang cerdas, tentu tidak meraih posisi itu dengan mudah.
Kuliah dulu, meraih S1 UI, Master dari Cornell University, bekerja beberapa tahun di berbagai kantor, kemudian terkenal. Sri Mulyani yang kini menjadi Managing Director World Bank juga melakukan hal yang sama!. .

Indonesia memimpikan perempuan-perempuan cantik dan cerdas. Jangan mau jadi budak lelaki hidung belang. Perempuan seperti Duma dan Darwati akan mampu!

Hal penting menurut saya adalah orang tua yang peduli, guru-guru sejati, serta lingkungan yang menghargai nilai baik.

Keluarga adalah nomor satu. "Keluarga harmonis dan Cinta Tuhan lebih menjamin menghasilkan anak2 yg mampu bertahan dalam keadaan apapun termasuk tdk menghalalkan segala cara utk mencapai tujuannya," komentar boto Afrina Rohliharni Purba Dasuha.

Guru-guru sejati, kata Rhenald Kasali. "Kita butuh guru-guru yang berkarakter, membimbing anak, membentuk karakter anak, mengajarkan anak menjadi pecinta ilmu dan pengetahuan, bukan pecinta angka-angka".

Lingkungan. Peran majikan seperti dr Lely yang menghargai "pembantu" tidak sekedar komoditi. Dia melihat Darwati, pembantunya sebagai mahluk manusia yang seutuhnya, memandang pembantu adalah manusia sama seperti dirinya. Berhak untuk maju, memperoleh pendidikan yang baik. Bahkan rela memberi kesempatan kepada pembantunya mengikuti kuliah!

Lingkungan kantor seperti PT KAI Medan yang menghormati gadis cantik Duma sebagai cleaning service.


Medan, 24 Mei 2015

Tidak ada komentar: