My 500 Words

Senin, 28 April 2014

Malam Minggu Memasuki Usia 54

Oleh: Jannerson Girsang

Malam Minggu!
.
Istriku baru saja lewat mejaku menuju tempat cuci membawa piring kotor bekas makanan kami barusan. Terdengar suara air dan gesekan busa cuci-piring-sabun Sun Light. Sekali-sekali terdengar bunyi kertakan, karena ada piring jatuh, atau bergesek.

Kembali berdua, meski sudah punya empat orang anak. Semua anak-anak tinggal di luar kota Medan. Sudah tiga tahun rumah sepi dengan anak-anak.

Saya membayangkan malam minggu anak-anak yang sudah menikah, yang lajang. Pasti berbeda-beda. Malam minggu kami sebelum menikah dulu juga berbeda.

Malam ini kami baru saja selesai makan kecil (karena sebentar lagi ada undangan makan dari teman).

KDI baru saja dinikmati. Kini tidak ada musik, tidak ada suara di rumah. TV sudah dimatikan barusan. Saya menulis dan istri mencuci piring.

Rumah senyap......sibuk dengan kegiatan masing-masing.

"Kita keluar yuk," kata saya barusan.

"Akh bentar lagi aja, satu jam lagi kita berangkat," ujar istri.

Menunggu satu jam, aku buat aja artikel ini, mana tau suatu ketika berguna.

Membayangkan malam Minggu di masa muda, rasanya Malam Minggu di masa tua ini kurang gregetnya. Tak banyak sensasi.

Kegiatan kebanyakan pergi berdua ke rumah keluarga atau teman, ke gereja atau menghadiri rapat, atau menulis saja.

Memutar memori malam minggu ke era 80-an. Sore hari, sepulang praktikum, saya berangkat dari Bogor ke Jakarta. Menumpang bus lewat Jagorawi dengan tiket langganan.

Macet menjelang Jakarta. Merambat hingga terminal Cililitan (Sekarang PGCC).

Sampai di rumah "mantan pacar" di Kramat Jati, Jakarta, istirahat sebentar, langsung menuju Ancol. Naik bus juga!. Tak ada AC, penuh sesak, tapi nyaman, karena CINTA.

Ancol, pantai indah dengan jejeran pohon kelapa dan lampu-lampu yang redup dan membuat suasana sedikit remang.

Deburan ombak Teluk Jakarta serta angin laut yang terasa asin di pipi, membuat kenangan tak terlupakan. Dingin, tapi terasa hangat, miskin tapi terasa kaya.

Menikmati suasana malam Minggu yang sangat romantis selama berjam-jam.

Pulang tengah malam. Almarhum mertua batuk-batuk!

Bogor juga merupakan tempat yang sangat indah dan sejuk dan romantis untuk pasangan kami dulu.

Malam Minggu di masa muda, memang sungguh indah. Rasanya seminggu berlangsung begitu lambat. Kini, malam minggu seperti itu tak akan terulang lagi.

Satu hal yang tidak berubah, aku dan mantan pacarku (istri) tetap bersama di Malam Minggu malam ini.

Bercanda dengan teman-teman, dan mempersiapkan diri untuk kebaktian Minggu esok pagi, dan tugas-tugas gereja di siang hingga sore hari.

Tak ada sensasi, tetapi tetap bahagia. Hampa kemewahan tetapi tetap bersahaja.

Bentar lagi, kami akan keluar berdua.....kembali berdua. Tanpa anak-anak.

Mudah-mudahan Malam Minggu kali ini berkesan. Selamat Malam Minggu teman-teman. Apapun keluhan Anda tadi siang, buatlah malam ini bahagia bersama pasangan, teman Anda!

Medan 26 April 2014.

Tidak ada komentar: